Bisnis

Jangan Asal Pasang Harga! Begini Cara Nentuin Harga Jual yang Pas

N News Assistant Arief Dwi Muhidin 05 Jun 2026 4 menit baca
Jangan Asal Pasang Harga! Begini Cara Nentuin Harga Jual yang Pas

Lo jual produk X dengan harga 50rb. Terus ada pesaing jual produk yang sama dengan harga 45rb. Lo panik dan langsung nurunin harga jadi 40rb. Eh, pas dihitung-hitung, untungnya malah tipis banget, hampir nggak ada. Sekarang lo sadar: lo salah pasang harga dari awal.

Cerita di atas sering banget terjadi. Makanya nentuin harga jual itu penting, jangan asal comot atau asal murah biar laku. Di artikel ini gue mau bahas gimana cara nentuin harga yang tepat, untung maksimal, dan pelanggan juga tetap puas.

Jangan Lupa Hitung Semua Biaya

Ini yang paling basic, tapi banyak yang skip. Sebelum nentuin harga jual, lo harus tau dulu total biaya yang dikeluarin buat menghasilkan produk atau jasa itu. Mulai dari bahan baku, biaya produksi, biaya operasional (listrik, air, sewa), biaya pemasaran, sampe biaya kirim.

Gue saranin, catet semua pengeluaran dalam sebulan, trus bagi sama jumlah produk yang lo hasilin. Dari situ lo bisa dapet gambaran berapa pokok produksi per barangnya. Jangan sampe lo jual dengan harga yang ternyata di bawah biaya produksi. Rugi dong.

Gunakan Metode Markup

Metode paling sederhana buat nentuin harga jual adalah markup pricing. Caranya tinggal tambahin persentase keuntungan yang lo mau ke biaya pokok. Misal biaya pokok 50rb, lo mau untung 40%, berarti harga jualnya 70rb.

Tapi jangan asal markup juga ya. Lo harus liat juga harga pasar. Kalau lo markup 100% tapi produk sejenis dijual dengan harga standar, ya susah larinya. Jadi metode ini paling cocok dipake sebagai acuan minimal, bukan harga pasti.

Riset Pesaing Itu Wajib

Lo nggak bisa nentuin harga jual tanpa tau harga di pasar. Maka dari itu, lo harus rutin pantengin harga-harga pesaing. Bukan buat ditiru mentah-mentah, tapi buat jadi acuan. Misal pesaing jual di harga 50rb-70rb, berarti range harga lo harus di kisaran itu (kecuali lo punya value lebih yang bikin lo bisa jual lebih mahal).

Cara risetnya gampang. Tinggal search aja produk sejenis di marketplace, liat range harganya, baca juga review-reviewnya. Dari situ lo bisa tau, apakah pasar siap dengan harga yang lo tawarin atau nggak.

Jangan Takut Jual dengan Harga Premium

Selama produk lo beneran berkualitas dan ada value lebihnya, nggak masalah jual dengan harga lebih mahal. Justru harga yang terlalu murah kadang bikin orang curiga: "kok murah banget sih? jangan-jangan kualitasnya jelek."

Banyak kok brand lokal yang sukses dengan harga premium karena mereka fokus di kualitas dan brand experience. Contohnya produk-produk perawatan tubuh lokal yang sekarang harganya bisa setara produk internasional. Asalkan value-nya sesuai, konsumen nggak masalah kok bayar lebih.

Beri Nilai Tambah, Bukan Diskon Terus

Kalau lo merasa harga lo agak lebih mahal dari pesaing, jangan langsung diskon besar-besaran. Lebih baik kasih nilai tambah yang nggak dimiliki pesaing. Misalnya free gift, packaging yang lebih mewah, layanan konsultasi gratis, atau garansi yang lebih panjang.

Nilai tambah ini yang bikin pelanggan rela bayar lebih. Karena mereka ngerasa dapet lebih dari sekedar produk. Jadi alih-alih perang harga yang ujung-ujungnya bikin semua pihak rugi, mending perang nilai tambah yang bikin semua orang diuntungkan.

Evaluasi dan Sesuaikan

Harga jual bukan harga mati. Lo harus rutin evaluasi dan sesuaikan dengan kondisi pasar. Misal bahan baku naik, ya harga jual harus naik. Atau sebaliknya, kalau ada efisiensi produksi yang bikin biaya turun, lo bisa turunin harga atau naikin margin.

Yang penting adalah komunikasi. Kalau lo harus naikin harga, kasih tau pelanggan dengan alasan yang jelas. Pelanggan yang pengertian bakal nerima kok, asal kualitas produk lo tetep terjaga.

Kesimpulan

Nentuin harga jual itu gabungan antara ilmu dan seni. Ilmunya dari hitung-hitungan biaya dan riset pasar. Seninya dari gimana lo memposisikan brand dan produk di mata konsumen. Nggak ada rumus pasti yang berlaku buat semua orang.

Yang jelas, jangan jual murah terus-terusan apalagi kalau kualitas lo bagus. Harga yang tepat adalah harga yang bikin lo untung dan bikin pelanggan merasa puas. Kalau dua-duanya terpenuhi, berarti lo udah berhasil nentuin harga yang pas!

Sumber Referensi

Kategori: Bisnis
Bagikan artikel ini:
N

News Assistant Arief Dwi Muhidin

Penulis dan pengelola InfoPKD News. Berbagi pengetahuan dan pengalaman seputar teknologi dan kehidupan sehari-hari.